Blog ini dipersembahkan untuk Ayahanda tercinta yaitu H.MU.Suwendi, FSAI, FLMI, MBA

Selasa, 22 September 2015

PERLUKAH KITA MEMILIKI ASURANSI JIWA?


Coba tanya didiri Anda secara jujur….”Apakah Saya Butuh Asuransi Jiwa?”  Saya yakin di lubuk hati terdalam Anda akan menjawab “YA”. Betul, siapa sih yang bisa memperkirakan umur kita (selain Tuhan tentunya)? Apakah Anda yakin besok ketika kita keluar rumah untuk beraktivitas, Anda pasti akan terbebas dari resiko  kecelakaan ataupun resiko meninggal Dunia? Tidak ada yang bisa menjawab….artinya ada ketidakpastian di kehidupan kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok terhadap diri kita. Bisa saja terjadi kita mengalami kecelakaan sehingga kita terkena resiko Cacat, resiko sakit kritis bahkan resiko meninggal. Siapkah kita dengan semua itu? Siapkah keluarga Anda kehilangan Anda….? Buat yang memiliki warisan sih tidak menjadi masalah…bagaimana dengan yang belum mempersiapkan warisan buat keluarga yang dicintai? Terbayangkah Anda apabila istri Anda harus banting tulang menggantikan Anda sebagai penopang ekonomi keluarga? Masih untung bagi Janda yang ditinggal suaminya dia dianugrahi wajah yang cantik sehingga bisa menikah lagi sehingga bisa menjamin kehidupannya….tapi bagaimana dengan Janda-janda yang sudah berumur…mereka harus bekerja bagaimana? Belum lagi  kalau kita melihat kelanjutan pendidikan Anak-anak Anda…bisakah mereka terus bersekolah bila Anda tidak mempersiapkan warisan bagi mereka? Lalu bagaimana denga hutang-hutang Anda? Kartu kredit Anda, cicilan rumah, mobil, motor,TV bahkan cicilan perabotan rumah Anda? Haruskah itu jadi beban keluarga Anda nantinya? Coba pikirkan itu semua.
 
Asuransi Jiwa ada karena dia akan menggantikan Ketidakpastian menjadi suatu kepastian. Asuransi Jiwa akan memberikan sejumlah Uang Pertanggungan yang bisa Anda gunakan sebagai warisan bagi keluarga Anda. Dimana warisan itulah yang akan dipakai untuk melanjutkan kehidupan bagi orang-orang yang Anda cintai. Istri Anda tidak akan mencari pengganti Anda untuk melanjutkan hidupnya…bahkan dia akan lebih mencintai Anda seumur hidupnya karena Asuransi Jiwa melanjutkan cinta Anda. Anak-anak Anda akan selalu tersenyum karena bisa meneruskan sekolahnya tanpa perlu dihantui kekurangan biaya sekolah. Seluruh cicilan Anda bisa lunas dan tidak menjadi beban bagi keluarga Anda. Coba Pikirkan itu semua.
 
Asuransi Jiwa tidak bermaksud menukarkan Jiwa sesorang dengan sejumlah uang…tapi yang perlu Anda ingat bahwa Asuransi Jiwa dibeli bukan karena akan ada yang meningga…tetapi Asuransi Jiwa dibeli karena ada hak orang lain yang harus tetap hidup, yaitu Orang-orang yang Anda cintai. Coba Pikirkan itu semua
Kembali kepertanyaan diatas….saya rasa jawabannya kita sudah sepakat bahwa Asuransi Jiwa sudah merupakan Kebutuhan, artinya wajib dan perlu untuk dimiliki. Kapan kita perlu memiliki Asuransi Jiwa? Sekarang! Selama anda masih sehat. Perlu di ingat Asuransi Jiwa hanya bisa dibeli oelh orang yang sehat saja…sekali Anda sakit (kritis), maka Asuransi Jiwa akan menjahui Anda….artinya pada saat itu Anda sudah terlambat. Coba pikirkan itu semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar