Sebagaimana diketahui bahwa
Asuransi Jiwa mencoba untuk mengurangi dampak kerugian aset yang diderita oleh
pemiliknya atau pihak-pihak yang menjadi tanggungan pemilik aset tersebut dengan
cara memberikan kompensasi kerugian.
Sekarang mari kita lihat
bagaimana cara kerja asuransi jiwa dalam memberikan kompensasi kerugian
finansial yang timbul akibat sebuah musibah atau risiko.
Ide dasar cara kerja Asuransi
Jiwa
Ide dasar cara kerja Asuransi
Jiwa adalah sebuah risiko atau kemungkinan timbulnya kerugian atau
kerusakan tidak dapat dihindari, tetapi dampak risiko tersebut dapat
diminimalisir.
Mengelola
Risiko
Risiko dapat diminimalisir
dengan banyak cara, perhatikan cara-cara mengelola risiko di bawah
ini:
1. Menghindari
Risiko
Menghindari risiko dapat
dilakukan dengan menghilangkan kebiasaan atau kegiatan yang mungkin dapat
menimbulkan risiko, contoh seorang pria yang khawatir dengan kanker paru-paru
akibat kebiasaannya merokok dapat menghindarinya dengan cara menghentikan
kebiasaan tersebut.
2. Mengendalikan
Risiko
Mengendalikan risiko dapat
dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi dan dampak dari kerugian yang mungkin
timbul. Contoh seorang pengendara motor harus menggunakan helm dan merawat
motornya secara berkala untuk mengendalikan kerugian yang mungkin
timbul.
3. Menerima
Risiko
Menerima risiko dilakukan dengan
mempertahankan risiko yang ada, contoh seorang mandor di pabrik kimia mungkin
tidak merasa perlu untuk membeli asuransi kesehatan atau jiwa karena berpikir
dapat menanggung kerugian yang muncul apabila sebuah kecelakaan
terjadi.
4. Mengalihkan
Risiko
Mengalihkan risiko dapat
dilakukan dengan cara mentransfer risiko dari seorang individu ke sebuah
perusahaan, contoh kawatir apabila ia kehilangan kemampuan untuk menghasilkan
pendapatan karena meninggal dunia atau kecelakaan, seorang kepala keluarga
mungkin akan mengasuransikan jiwanya, melakukan transfer risiko ke perusahaan
asuransi jiwa, dengan tujuan menyelamatkan keluarganya dari penderitaan dan
kemiskinan dikemudian hari.
Mari kita amati beberapa contoh
dari mengelola risiko dalam ungkapan di bawah ini :
- "Saya tahu berinvestasi di
pasar saham sangat berisiko tetapi dalam hidup ini kita harus mengambil
kesempatan yang ada" (menerima risiko)
- "Saya tidak mau membangun
sebuah rumah di kota yang sering terjadi gempa" (menghindari
risiko)
- "Kita tidak pernah tahu kapan
kebakaran akan terjadi jadi saya harus membuat pintu keluar darurat di sini"
(mengendalikan risiko)
- "Saya akan meminta anak saya
untuk membeli polis asuransi jiwa" (mengalihkan risiko)
Asuransi jiwa mengelola risiko
dengan cara :
Memindahkan dampak kerugian
dari seorang individu kepada sebuah grup dan membagi kerugian yang dialami oleh
individu tersebut kepada seluruh anggota grup.
Memindahkan risiko
dari seorang individu kepada sebuah grup
Mari kita ilustrasikan bagaimana
cara asuransi jiwa bekerja dengan sebuah contoh:
Kita asumsikan ada 1000 orang
yang berusia 50 tahun dan dalam keadaan yang sehat namun perkiraannya 10 orang
mungkin akan meninggal dunia tahun ini. Misalnya saja nilai ekonomis kerugian
yang ditanggung oleh satu keluarga yang ditinggalkan adalah sekitar 200 juta
rupiah, jadi total kerugian 10 keluarga sekitar 2 milyar rupiah. Jika setiap
orang dari grup tersebut atau dari 1000 menyumbang 5 juta rupiah pertahun untuk
dana bersama, maka dana yang terkumpul sebesar 5 milyar rupiah per
tahun.
Artinya risiko yang dihadapi
oleh 10 orang tadi disebar ke 1000 (seribu) orang yang tergabung di dalam grup
tersebut.
Tahapan Dalam Bisnis Asuransi
Jiwa
Bisnis Asuransi Jiwa seperti
yang dilakukan oleh perusahaan Asuransi Jiwa memiliki beberapa tahapan, apa
sajakah tahapan tersebut ?
Dalam bisnis ini risiko-risiko
yang dihadapi setiap individu dipindahkan ke pihak penanggung atau perusahaan
asuransi jiwa yang setuju untuk mengganti kerugian dalam jumlah tertentu yang
disebutkan di dalam kontrak polis.
Penetapan Jumlah
Premi
Sebelum menetapkan premi,
perusahaan asuransi jiwa harus memperhatikan beberapa faktor.
Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam menentukan jumlah premi :
Sebuah perusahaan asuransi jiwa
harus mempertimbangkan seluruh faktor-faktor tersebut sehingga terhindar dari
kerugian, seperti misalnya menentukan jumlah premi yang lebih kecil dari
seharusnya.
Bisnis asuransi jiwa tidak lain
adalah saling berbagi, hal ini bertujuan untuk menyebar kerugian yang diderita
oleh seseorang ke seluruh anggota grup yang menghadapi risiko yang
sama.
Perusahaan Asuransi Jiwa
bertindak sebagai sebuah perwakilan, mengelola dana yang telah dikumpulkan atas
nama komunitas grup tersebut.
Perusahaan Asuransi Jiwa juga
harus mengatur sedemikian rupa sehingga tidak ada pihak yang merasa
dirugikan.
Tidak
semua risiko dapat diasuransikan
Di sini perusahaan asuransi jiwa
harus mengetahui bahwa tidak semua risiko dapat diasuransikan.
Sebuah risiko dapat
diasuransikan apabila:
Memungkinkan bagi perusahaan
asuransi jiwa untuk menghitung kerugian secara finansial
Contoh bagi seorang
pengangguran, seseorang yang tidak memiliki penghasilan dan tidak mampu membayar
premi tidak dapat membeli asuransi jiwa. Mengasuransikan sesuatu yang tidak
memiliki nilai ekonomi tidak memungkinkan. Dalam hal ini perusahaan asuransi
jiwa tidak akan mungkin dapat mengukur risiko tersebut secara finansial, atau
premi yang harus dibayarkan oleh satu orang dalam grup sangatlah besar sehingga
terlalu mahal.
Terdapat beberapa jenis
risiko yang sama
Contohnya pelaut. Di sebuah
Negara yang hanya memiliki transportasi laut dalam jumlah sedikit. Penawaran
asuransi transportasi laut hanya akan menimbulkan kesulitan keuangan bagi
perusahaan asuransi. Dalam hal ini tidak terdapat banyak orang yang memiliki
risiko yang sama sehingga dana yang dikumpulkan atau premi tidak akan
mencukupi.
Nilai ekonomis atau jiwa yang
diasuransikan dan risiko yang ditanggung memiliki kepentingan asuransi
(insurable interest)
Contoh Suami Isteri, Rekanan
Bisnis.
Insurable interest adalah sebuah
persyaratan yang terdapat didalam kontrak asuransi dimana disebutkan bahwa
seseorang akan menanggung kerugian sebagai akibat dari kematian anggota lainnya
dan jumlah kerugian tersebut cukup untuk digunakan sebagai
kompensasi.
Sebagai contoh seorang suami dan
isterinya memiliki insurable interest di antara mereka, rekanan dalam bisnis
mempunyai insurable
interest diantara mereka. Seorang kreditur memiliki insurable interest
dengan seorang debitur.
Dalam contoh ini seseorang akan
menanggung kerugian yang timbul akibat kematian orang lain.
Law of Large
Numbers
Asuransi Jiwa sebagai alat untuk
menyebar risiko hanya dapat bekerja apabila perusahaan asuransi jiwa mampu
menanggung risiko yang sama dalam jumlah yang besar. Saat perusahaan asuransi
jiwa mampu menanggung risiko yang sama dalam jumlah yang besar maka berlakulah
hukum Law of Large Numbers ( hukum bilangan besar).
Apa yang diatur dalam Law of
Large Numbers?
Law of Large Numbers menyatakan
apabila jumlah eksposur kerugian meningkat maka prediksi kerugian akan semakin
mendekati jumlah kerugian yang nyata (actual loss).
Penggunaan Law of Large Numbers
akan memungkinkan jumlah kerugian untuk diprediksi secara lebih baik. Hal ini
sangat penting bagi perusahaan asuransi jiwa karena mereka harus menentukan
jumlah premi atau berdasarkan perkiraan kerugian.
Kumpulan premi ini nantinya akan
digunakan apabila pemegang asuransi mengalami kerugian.
|
Selasa, 22 September 2015
Memahami Konsep Asuransi Jiwa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar